Cari Blog Ini

Sabtu, 07 November 2015

Sanghyang Heuleut Bandung Barat

Baru kali ini pulang jalan-jalan saya langsung tepar dan demam..
Entah karena badan lagi kurang fit tapi dipaksain hiking 3 jam, atau track nya emang gila-gila an sehingga menguras habis tenaga saya, saya ga tau..

Awal mula kenapa saya berkunjung ke sanghyang heuleut ini karena ajakan temen saya..
Ada tempat bagus yang lagi happening di kalangan anak muda bandung katanya..
letaknya ada di kawasan bandung barat, sebelum PLTA saguling..
Ya sudah, jadinya hari minggu kita sama-sama berangkat dari bandung sekitar pukul 7 pagi mengendarai motor..
Setelah perjalanan yang makan waktu sekitar 3 jam, sampailah kita menuju jalan masuk ke sanghyang heuleut..
Bagi yang belum tau, setelah sampai di gerbang PLTA saguling sebaiknya nanya-nanya dulu ke satpam atau penduduk sekitar, nanti di arahkan ke jalan yang menuju ke sanghyang heuleut nya, soalnya kawasan ini sebenarnya termasuk kawasan tertutup..

Setelah parkir motor, kita disambut oleh warga sekitar, ada yang menawarkan jasa guide untuk mengantar, ada juga bapa-bapa tua yang sekedar ngasih wejangan sebelum kita turun untuk hiking..
Katanya kalo mau ke sanghyang heuleut awali dengan berdoa, jangan sompral alias jangan sombong, jangan buang puntung rokok dan sampah sembarangan, dan sebagainya..
Setelah basa-basi sekedarnya dan mengucapkan terima kasih, meluncurlah kita menuju ke sanghyang heuleut..

Hiking menuju ke sanghyang heuleut dari kawasan parkir makan waktu kurang lebih sekitar 1,5 jam sampai 2 jam..
Selain harus melalui jalan yang menanjak dan menurun, kita juga harus melalui jalan bebatuan besar yang licin dan tajam..
Untuk yang belum biasa hiking di track yang sulit, lumayan melelahkan sih..
Saya aja beberapa kali berhenti untuk sekedar minum atau istirahat..

Setelah 1,5 jam, sampailah kami di sanghyang heuleut yang konon legendaris itu..
Pemandangannya memang menawan, warna air danaunya hijau, bebatuannya spektakuler..
Untuk melihat pemandangan danaunya, kita harus mendaki batu yang super gede..
Airnya ternyata lagi surut karena musim kemarau, tingginya hanya setinggi dada orang dewasa..
Banyak dari para pengunjung yang terjun dari batu dengan ketinggian kira-kira 10 meter..
kalo ada orang yang lagi terjun, pasti terdengar sorak sorai pengunjung lain yang menyemangati..

Ya begitulah, kita ga berlama-lama nongkrong di sanghyang heuleut, karena ternyata danau nya penuh banget dengan pengunjung..
Niat awal ingin berenang setelah cape hiking dan kepanasan terpaksa mesti batal..
Setelah foto-foto, istirahat dan makan minum akhirnya kita balik badan..
Akhirnya kita pulang dengan melalui track yang sama..

Sekedar tips dari saya kalo ingin mengunjungi sanghyang heuleut:
- Persiapkan fisik yang prima 
- Pakai baju yang nyaman dan pakailah sepatu atau sendal khusus hiking
- Bawa air minum dan perbekalan yang banyak, karena hiking sangat menguras energi dan tenaga
- Kalo belum pernah sama sekali berkunjung ke sini dan pengunjungnya lagi sepi, mendingan pake jasa guide untuk mengantar, karena jalurnya menembus hutan dan sungai..
- Bagi yang belum terbiasa hiking di jalur yang ekstrim, mendingan pikir 2 kali untuk berkunjung ke sanghyang heuleut :D


pengunjung super penuh :D