Cari Blog Ini

Jumat, 15 Mei 2015

Curug Malela Bandung Barat

Kaki pegal dan otot badan kram, itulah oleh-oleh yang saya peroleh setelah pulang travelling dari Curug Malela yang terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat..
Fiuhh, baru kali ini saya ngerasa cape luar biasa setelah mengunjungi objek wisata..
Tapi memang ga rugi sih mengunjungi curug yang satu ini, pemandangannya luar biasa, tapi perjalanan menuju kesana itu yang sulit..

Balik ke asal mula saya tertarik mengunjungi Curug Malela adalah karena ajakan dari partner in crime saya, katanya ada little Niagara di Indonesia yang wajib dikunjungi oleh traveller amatir sejati..
Akhirnya berbekal rasa penasaran berangkatlah kami dari Bandung sekitar jam 7 pagi dengan menempuh rute melalui Soreang - Sindangkerta - Cibedug - Cicadas, karena konon katanya rute ini lebih dekat dibandingkan lewat Cimahi..

Setelah kurang lebih 4 jam perjalanan dari Bandung, sampailah saya di gerbang masuk menuju Curug Malela kemudian membayar tiket masuk sebesar 5 ribu per orang..
But wait, jangan khusnudzon dulu sodara-sodara alias jangan senang dulu, tantangan sebenarnya baru dimulai :D 
Ternyata perjalanan masih lumayan jauh, kita mesti berkendara lagi selama satu jam dengan medan jalan yang rusak berat, penuh lubang dan batu-batu tajam, alhasil laju motor juga tersendat-sendat, belum lagi jurang di sisi kanan dan kiri jalan yang menambah kehororan perjalanan..
Saya pun harus rela turun naik motor dan jalan kaki secara bergantian, karena di beberapa titik jalannya dirasa terlalu parah medannya, kasian suami saya yang bawa motor kalo saya maksain bonceng terus :D
Jalan kaki dengan rute jalan yang turun naik ditambah matahari yang lagi tegak lurus menambah seni perjalanan saya kali ini :D
Sampe-sampe pemandangan indah pun ga terlalu saya hiraukan saking cape dan panasnya :D
Setelah satu jam, barulah kami menjejaki areal parkir, fiuhh lega nya..
Karena waktu sudah menunjukkan jam 12 siang, kami istirahat dulu di sebuah warung untuk sekedar makan, minum dan melepas lelah..
Setelah itu kemudian kami melanjutkan perjalanan, kali ini mesti jalan kaki menuju curug nya..
Jalan kaki memakan waktu kurang lebih satu jam juga, jalannya curam banget..
Dari kejauhan sih sudah terlihat curugnya plus suaranya yang bergemuruh, tapi ko serasa ga nyampe-nyampe, saking jauhnya perjalanan :D
Dan akhirnya, sampailah kami di Curug Malela yang legendaris itu..
Rasanya lega dan bersyukur karena akhirnya kami bisa punya kesempatan untuk melihat pemandangan yang menakjubkan ini..
Curug ini tingginya kira-kira 50 meter dan lebar 70 meter, kebayang kan gimana gedenya..
Ga heran kalo dijuluki little Niagara..
Arus sungainya pun kencang, makanya ada petugas rescue yang selalu standby jikalau pengunjung membutuhkan bantuan untuk menyebrang.. 

Satu jam kami rasa cukup untuk bersantai dan sekedar mengambil foto-foto, kami putuskan untuk pulang tentu saja dengan melewati jalur trekking yang sama, haduh sudah terbayang gimana capenya harus jalan kaki lagi selama satu jam, wegah kalo kata orang sunda mah, alias males banget! :D
Tapi karena gerimis sudah mengundang akhirnya kami harus cepat-cepat untuk segera pulang, karena dikhawatirkan jalanan pasti licin kalo hujan..

Akhirnya hal yang ditakutkan itu terjadi juga, hujan turun dengan derasnya, padahal sekarang musim kemarau, dan medan yang sudah berat makin tambah berat karena jalanan jadi licin dan penuh lumpur, alhasil di tengah perjalanan motor kami terjatuh, untung bukan di bagian yang ada jurang :((
Di sisa perjalanan saya tak henti-hentinya berdoa sambil meringis kesakitan (gara-gara tadi terjatuh) agar diberi keselamatan selama sisa perjalanan ini..
Akhirnya sampai juga kami di gerbang, legaaa.. setidaknya berakhir jalanan rusak yang merupakan momok yang menakutkan bagi kami..

Jam 8 malam tibalah kami di rumah..
Dengan total perjalanan pulang pergi yang memakan waktu 10 jam plus trekking yang sangat melelahkan kami langsung saja berbaring, ga sanggup untuk makan atau beres-beres lagi! :D
Kesan yang saya dapat dalam perjalanan ini adalah menyenangkan, mendebarkan, sekaligus menakutkan dan tentu saja cape! :D
Tapi setidaknya saya mendapat pengalaman berharga yang belum tentu orang lain dapatkan..
Kalo ditanya apakah akan mengunjungi Curug Malela lagi, saya jawab mungkin tidak untuk saat ini, sekali saja sudah cukup! :D